KARAKTER INTEGRITAS KUNCI KEJUJURAN DAN TANGGUNG JAWAB

KARAKTER INTEGRITAS 
KUNCI KEJUJURAN DAN TANGGUNG JAWAB
Oleh: HENDAR, S.Pd., M.Si.*

*Guru MTsN 3 Tasikmalaya

“Sikap Jujur dan Tanggung Jawab dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bekerja maupun dalam kegiatan lain merupakan dambaan semua orang”

Setiap orang yang mengalami kehidupan tentu mengalami realitas yang sama yakni dengan adanya gejala dan menjadi sebuah polemik yang sangat perlu diselesaikan dengan tepat.

Salah satu solusi untuk supaya bisa meredam polemik pada kepribadian seseorang dengan memiliki karakter integritas. Integritas adalah perilaku dan sikap yang jujur dalam menjalankan tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan tanggung jawab dengan sangat jujur.

Integritas dikaitkan dengan kejujuran dan tanggung jawab. Kejujuran dan tanggung jawab dalam integritas biasanya terekspresi melalui sikap, perilaku, kebiasaan, etos, karakter, gaya hidup, etika, dan moral. Orang-orang yang berintegritas tinggi konsisten hidupnya di dalam nilai-nilai positif tertinggi. Orang-orang berintegritas tinggi selaras hidupnya antara pikiran, ucapan, hati nurani, dan perbuatan.

Orang-orang yang mempunyai karakter jelek, jahat tentu banyak bohong, suka berpura-pura, adalah orang-orang yang tidak memiliki pondasi untuk mempraktikkan integritas di dalam hidupnya. Orang-orang yang sering stres dan bersikap negatif adalah contoh nyata dari tidak memilikinya sikap integritas di dalam dirinya. Orang-orang yang selalu merugikan teman, tetangga, keluarga, lembaga, dan orang lain adalah contoh nyata dari tidak memilikinya integritas.

Orang-orang yang selalu bersikap dan berperilaku serakah terhadap uang, adalah contoh dari tiadanya integritas. Orang-orang yang suka mengecilkan atau mengabaikan komitmen kepada orang lain, adalah contoh dari tiadanya integritas. Integritas adalah sebuah nilai yang sangat mudah terlihat dari karakter dan kepribadian seseorang.

Kehidupan integritas memerlukan mental yang ikhlas dalam meningkatkan standar kejujuran diri sendiri. Karakter sangat diperlukan komitmen untuk menjalani kehidupan integritas. Diperlukan keinginan, niat suci, dan keyakinan yang sangat kuat untuk menjalani kehidupan integritas. Diperlukan kesadaran dan pengetahuan untuk terus-menerus meningkatkan standar dan kualitas diri sendiri. Dan, terus-menerus, seumur hidup menyempurnakan kualitas kejujuran, tanggung jawab, serta keyakinan bahwa integritas adalah sesuatu yang bisa mendatangkan kebaikan buat diri sendiri dan orang lain. Diperlukan konsistensi diri terhadap nilai-nilai positif dan kebajikan tertinggi. Semua ini, hanya bisa terjadi ketika kita bertindak untuk merubah mental menjadi lebih berintegritas, merubah sifat, karakter, kepribadian, dan penampilan diri yang memperlihatkan integritas secara utuh.

Kualitas integritas terlihat dari karakter dan kepribadian sehari-hari, dapat terlihat dari apa yang dilakukan sehari-hari. Intinya, integritas terlihat melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Misalnya kita berkomitmen untuk memiliki tubuh yang bugar, sehat, dan berotot. Untuk bisa mewujudkannya, kita harus memiliki integritas yang konsisten. Bila kita sudah memiliki integritas, kita akan menjadi pribadi yang sangat jujur kepada diri sendiri dan sangat bertanggung jawab untuk mewujudkan komitmen kita.

Kejujuran dan tanggung jawab kita akan mendorong kita menjadi sangat disiplin dan rajin untuk berolahraga, sehat, tidur yang cukup, berpikir positif, serta menjalani gaya hidup yang sehat dan holistik. Selain itu, tidak ada rintangan apa pun yang bisa menghentikan kita untuk memiliki tubuh yang bugar, sehat, dan berotot. kita akan bereaksi dan menanggapi semua kesulitan dan hambatan dengan keyakinan untuk tetap mewujudkan komitmen kita. Integritas adalah fondasi yang menguatkan rasa tanggung jawab dan kejujuran dari nilai-nilai kehidupan yang lainnya.

Integritas meningkatkan keteguhan terhadap implementasi kejujuran dan tanggung jawab; meningkatkan pengabdian kepada kejujuran dan tanggung jawab yang lebih besar; meningkatkan kemampuan untuk menjaga ucapan dan perbuatan dalam satu energi positif; dan menjadikan diri sebagai orang yang dapat dipercaya untuk menjalankan kejujuran dan tanggung jawab besar.

Ketika karakter kita sudah berdasarkan integritas, maka karakter kita tersebut selalu fokus untuk mendisiplinkan diri sendiri dalam nilai-nilai positif. Biasanya, kita yang berkarakter integritas menjadi sangat tekun, rajin, ulet, disiplin, berani, berjuang, tidak pernah menyerah, jujur, bertanggung jawab, dan berjiwa kesatria dalam mempertanggung jawabkan semua perbuatan dan tindakan tanpa takut.
Orang-orang berkarakter integritas menjalani hidup dari dalam ke luar.

Intinya, menjadi sangat jujur untuk menjalani kehidupan dari hati nurani, dan tidak berbohong kepada nilai-nilai kehidupan yang menjadi pondasi dari karakter diri. Integritas merupakan sebuah nilai yang sangat mahal dan sangat jarang bisa dimiliki. Tidak semua orang mampu memiliki integritas di dalam karakter dan kepribadiannya. Sangatlah mudah untuk bisa memiliki banyak uang, kekayaan materi yang melimpah ruah, dan kemewahan hidup yang luar biasa. Tetapi, sangatlah tidak mudah untuk memiliki integritas yang konsisten di dalam karakter, kepribadian, sikap, dan perilaku diri.

Integritas merupakan sebuah nilai yang sangat suci. Jadi, ketika karakter seseorang berpondasikan integritas yang kuat, maka jiwa dan perilakunya menjadi sangat suci dan bertanggung jawab di dalam kejujuran yang penuh reputasi. Jika kejujuran tidak ada, itu harus diciptakan karena merupakan cara yang paling pasti untuk menjadi kaya.

HORMATI IBU

Ibu merupakan sosok yang paling berharga dalam hidup kita. Adanya kita di dunia ini melalui jerih payahnya. Ia rela mengorbankan segalanya demi anak-anaknya tanpa pamrih

HORMATI IBU
Oleh :Hendar, S.Pd., M.Si.*

Sungguh sangat berharga dan berjasa
Seorang ibu lahir ke alam pana
Mengandung, melahirkan, merawat, dan mengasuh kita
Pagi, siang, dan malam
Tak mengenal rasa lelah
Walau penuh dengan derita dan air mata
Demi anak kebanggaannya

Kesabaran dan ketabahan
Istimewa dan luar biasa
Dari seorangibu
Rela bangun tengah malam
Diiringi tangisan anak yang mendambakan kasih sayang
Demi kesehatan dan ketenangan anaknya

Pengorbanan dan perjuangan seorang ibu
Dengan ketulusan dan keikhlasan
Titian langkah yang penuh kepastian
Menggapai harapan
RidlohaqiqidariIlahi
Tertanam selamanya dalam hati

Ketika anak melupakan akan kebaikan seorang ibu
Dia tak pernah mengusik
Akan pengorbanan yang telah dilakukan
Bahkan dia senantiasa berharap
Keberhasilan dan kesuksesan
Dalam menggapai kehidupan
Kepada anak-anaknya

Hormati jasa ibu
Hargai jasa ibu
Walau kita tak akan bias membalasnya
Memohon maaf atas kekhilapan dan kealpaan
Berada dalam pangkuan maafnya
Setiap saat mendoakan
Kebahagiaan dan keselamatan
Dalam mengisi
Kehidupan di dunia dan akhirat





“SELAMAT HARI IBU’
22 DESEMBER 2018


SEMOGA IBU KITA SELAMANYA BERADA DALAM MAGFIRAH DAN RIDLO-NYA.

*Guru MTsN 3 Tasikmalaya

PESONA WIJAYA

PESONA WIJAYA
Karya: Euis Nuryanti

*Staf Pengajar
di MA Namiroh Tasikmalaya

Karenamu
Kuarungi waktu
Berselimut rindu
Tersemat dikalbu

Menunggumu
Selaksa racun berselimut madu
Tersekat lugu
Berharap semu

Mekarmu
Mengobati luka
Meretas duka
Menyejukkan mata

PELATIHAN PENGELOLAAN BLOG

Pelatihan Pengelolaan Blog

Assalamu'alaikum wr.wb.

Saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan sejawat yang pada hari kemarin telah bisa hadir dalam kajian rutin KALIMAH bulanan di rumah makan Saung Singaparna, mudah-mudahan ini menjadi jalan untuk kita beristiqomah dalam kebaikan, dan mudah-mudahan kedepannya rekan-rekan yang lain bisa mengikuti.

Beberapa agenda kegiatan sudah kita rancang dan tetapkan dalam setiap pertemuan kajian kita, beberapa kegiatan real yang waktu dekan akan dilaksanakan juga sudah ditetapkan sambil terus berjalan dalam rangka penguatan organisasi.

Dengan moto "Dari Kita Oleh Kita dan Untuk Kita" mari kita berusaha untuk meningkatkan kompetensi kita melalui komunitas ini dengan saling mengisi dan saling menguatkan dengan memanfaatkan potensi yang ada dalam diri kita masing-masing sambil terus berupaya menimba ilmu dari yang lebih berkompeten.

Komunitas kita memang bukan komunitas yang besar saat ini, namun kita bisa mengupayakan bahwa komunitas kita akan berkembang dan menjadi besar sehingga bisa bermanfaat bagi diri kita masing masing dan orang banyak dengan niatan ibadah mencari ridho Alloh swt.

Adapun agenda terdekat yang akan kita laksanakan adalah PELATIHAN PENGELOLAAN BLOG yang insya Alloh akan dilaksanakan pada:

Hari, Tgl : Sabtu, 08 Desember 2018
Tempat : MTs Al-Falah Tanjung Jaya
waktu : 13.00 s.d. selesai
Tutor : Ujang Kusnadi, S.Pd.I. (blogger aktif, sekaligus pengurus KALIMAH)
Peralatan : Laptop, Smart Phone, Kuota

Kegiatan ini adalah salah satu ikhtiar dalam upaya meningkatkan potensi diri dalam rangka menyongsong era revolusi industri 4.0 yang menuntut manusia melek terhadap teknologi termasuk guru. Perkembangan zaman ini tidak bisa kita bantah karena pengetahuan ini sangat dibutuhkan oleh manusia yang hidup di era revolusi industri 4.0 saat ini.

Kegiatan ini terbuka untuk umum, saya berharap rekan-rekan sejawat semuanya bisa mengikuti kegiatan ini dan juga bisa mengajak rekan-rekan yang lain untuk bergabung dan mengikuti kegiatan ini.

Terima kasih atas kebersamaan kita ini, mudah-mudahan kita selalu diberikan kekuatan untuk terus menjadi manusia pembelajar yang akan selalu mengupayakan diri kita berkualitas.

#Dari Kita, Oleh Kita dan Untuk Kita
#SALAM LITERASI


Hikmah di Balik Hidup Masyarakat Kampung Naga

Hikmah di Balik Hidup Masyarakat Kampung Naga
Oleh: Dewi Aryanti, M.Pd.*

*Guru di MTsN 10 Tasikmalaya
Kampung ini sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita terutama bagi masyarakat di wilayah Jawa Barat karena kekhasannya yang memegang teguh prinsip kelestarian budaya leluhur. Makanya kampung ini dijadikan sebagai tempat wisata budaya yang dinamakan Kampung Budaya Adat Kampung Naga. 

Namun bila kita menyempatkan waktu untuk mengamati dan menyimak kehidupan mereka ternyata banyak hikmah dari konsep hidup yang bisa kita petik dari falsafah hidup masyarakat Kampung Naga. Beberapa hikmah konsep hidup yang dapat diambil di antaranya :

1. Hidup bersama alam bukan hidup di alam

Konteks tersebut sekilas sama namun hakikatnya berbeda. Bila hidup di alam berarti hidup mereka seperti Tarzan yang notabene manusia hutan. Tapi jika hidup bersama alam berarti hidup beriringan dan sejalan dengan tumbuhnya alam. Tidak melakukan tindakan – tindakan yang merusak alam seperti membakar, memotong, menjarah dan sebagainya yang jelas tidak melakukan kegiatan yang membuat nilai guna/fungsi/manfaat hutan dan lingkungan sekitar berkurang. Mereka hidup berdampingan dan tumbuh dengan alam saling menjaga, saling menyayangi dan saling melestarikan sehingga tercipta keseimbangan alam. Makanya pantas walaupun mereka hidup di lembah yang dikelilingi sungai, tidak pernah tercatat dalam sejarah masyarakat Kampung Naga mengalami bencana banjir. Konsepnya jika kita menyayangi alam maka alampun akan menyayangi kita dan tentunya alam akan banyak memberikan manfaat bukan madharat.

2. Konsep sami’na wa atho’na (Dengar dan turuti)

Diberitahu (mendengar) dari para orangtua dan sesepuh tentang larangan-larangan yang salah satunya tidak boleh mengambil apapun di dalam hutan larangan maka mereka dengan taat akan mematuhinya karena mereka yakin setiap apa yang dikatakan oleh leluhur pasti mengandung hikmah atau kebaikan bagi kehidupan mereka sendiri (tidak akan mencelakakan). Konsep hidup ini di zaman sekarang rasanya sangat jarang  kita lakukan, karena kita hidup di zaman yang kita rasa modern yang kebiasanya berdebat/diskusi dalam menerima, melakukan dan menentukan sesuatu, dunianya canggih dan penuh transparansi sehingga jika ada kata pamali terkadang mencibir dan menganggap kolot. Padahal satu yang harus difahami, boleh jadi pengetahuan mungkin bisa dikejar melalui buku dan teknologi tapi harus di ingat yang namanya pengalaman berkaitan dengan masalah waktu/usia. Siapapun orangnya tidak ada yang bisa menembus waktu.

3. Prinsip konvensional tapi pengetahuan modern

Dikampung Naga tidak diperbolehkan ada listrik dan jamban di buat terpisah serta jumlah dan bentuk rumah sudah di tentukan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kerukunan hidup dan rasa saling menghormati serta menyayangi antar warga masyarakat Kampung Naga. Dikhawatirkan bila listrik masuk warga akan berlomba – lomba untuk melengkapi rumahnya dengan alat elektronik atau teknologi canggih hingga nantinya menimbulkan rasa kecemburuan dan iri hati warga lain yang kurang mampu untuk membeli barang - barang tersebut. Di samping itu, untuk menghindari terjadinya kebakaran akibat korsleting lisrik karena kondisi struktur rumah/bangunan yang menggunakan bahan mudah terbakar. Walaupun kondisi demikian, informasi apapun baik mengenai masalah sosial, ekonomi bahkan politik nasional dan internasional mereka ketahui. Dari mana informasi diperoleh? Ternyata hampir semua masyarakat Kampung Naga penggemar dan pendengar radio yang aktif.  

4. Tidak apatis tapi humanis

Bentuk rumah mereka diharuskan di buat sama bertujuan untuk menghindari sikap menyombongkan diri dan mencegah orang lain/tetangga dihinggapi rasa iri karena perbedaan kepunyaan/harta. Bahkan jendela rumah mereka sengaja dibuat berhadap-hadapan yang bertujuan untuk mengetahui keadaan tetangga (sakit atau sehat/ada atau tidak/kelaparan atau makan) dsb. Jika dilihat dalam kehidupan masyarakat sekarang, mayoritas justru yang ada saling berlomba-lomba memegahkan dan meninggikan rumah/bangunan tanpa pernah memikirkan atau memperdulikan bagaimana kondisi/perasaan tetangga di sekitar kita.

5. Tidak individualis tapi gotong royong


Jika ada salah satu tetangga mengalami musibah maka semua warga masyarakat akan bergotong royong membantu. Misalkan ada rumah salah satu warga harus diperbaiki karena rusak maka pengurus warga akan memusyawarahkan untuk waktu perbaikannya ataupun kalau ada hajatan kampung pasti semua ikut berperan serta dalam persiapan dan pelaksanaanya. 

MENELUSURI HIKMAH MAULID NABI SAW.

MENELUSURI HIKMAH MAULID NABI SAW.
Oleh : Oo Hanapiah, M.Ag
Guru MTs Puteran Mapel. SKI

Pada bulan ini banyak peristiwa bersejarah bagi umat Islam, antara lain: Nabi  Muhammad saw lahir, diangkat menjadi Rasul, melakukan hijrah, dan wafat Nabi SAW. Amalan di Bulan Rabiul Awwal adalah memperbanyak shalawat untuk Rasulullah SAW. Di bulan ini setiap Muslim disunahkan untuk memperbanyak shalawat serta salam untuk Rasulullah SAW. Karena di bulan yang mulia ini telah tampak kebaikan yang merata kepada seluruh alam, telah tampak pula kebahagiaan orang-orang yang paling bahagia dengan terbitnya bulan penerang bumi, yaitu lahirnya Nabi Muhammad SAW di dunia ini. Bergembira dengan bersyukur atas hikmah kelahiran nabi SAW  pada 12 Rabi’ul Awwal. Rabiul Awal adalah bulan bertabur pujian dan rasa syukur. Di bulan ini, terlahir makhluk terindah yang pernah diciptakan Allah SWT. Namanya Muhammad SAW. Kita patut memujinya, karena tidak ada ciptaan yang lebih sempurna dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Berkat beliau, seluruh semesta menjadi terang benderang. Kabut jahiliah tersingkap berganti cahaya yang memancarkan kedamaian dan ilmu pengetahuan. Karena itu kita wajib mensyukuri. Tidak ada nikmat yang lebih berhak untuk disyukuri dari nikmat wujudnya sang kekasih, Muhammad SAW. Allah SWT telah memerintahkan kita untuk bergembira atas rahmat yang Allah berikan kepada kita. Sedangkan Nabi Muhammad SAW adalah rahmat yang paling mulia dan yang paling besar bagi kita. Sebagaimana Allah SWT telah berfirman ” Tidaklah kami mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi semua yang ada dialam semesta” (QS. Al-Anbiya 107). Peringatan Maulid Nabi mengandung beberapa Hikmah, yaitu peringatan Maulid Nabi SAW mendorong orang untuk membaca shalawat, dan shalawat itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya .” (QS Al-Ahzab: 56). Peringatan Maulid Nabi SAW adalah ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan beliau. Meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW. Bagi seorang mukmin, kecintaan terhadap Rasulullah SAW. adalah sebuah keniscayaan, sebagai konsekuensi dari keimanan. Kecintaan pada utusan Allah ini harus berada di atas segalanya, melebihi kecintaan pada anak dan isteri, kecintaan terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri. Rasulullah bersabda, “Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orangtua dan anaknya. (HR. Bukhari).” Meneladani perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah SAW. dalam setiap gerak kehidupan kita. Allah SWT. bersabda : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab: 21)” Kita tanamkan keteladanan Rasul ini dalam keseharian kita, mulai hal terkecil, hingga paling besar, mulai kehidupan duniawi, hingga urusan akhirat. Sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhir, Rasul meninggalkan pesan pada umat yang amat dicintainya ini. Beliau bersabda “Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan sunnah Nabi” (HR. Malik). Nabi Muhammad Saw bersabda “Barang siapa yang senang, gembira, dan cinta kepada aku, maka akan berkumpul bersama dengan aku masuk surga”. 

MEMAHAMI PENTINGNYA BERORGANISASI BAGI PENDIDIK

MEMAHAMI PENTINGNYA BERORGANISASI BAGI PENDIDIK 
Oleh: HENDAR, S.Pd., M.Si*


*GURU MTs. NEGERI 3 TASIKMALAYA

Manusia pada dasarnya adalah mahluk sosial, yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.  Tidaklah mungkin seorang manusia dapat hidup sendiri melainkan senantiasa membutuhkan bantuan orang lain, baik dalam berorganisasi maupun dalam hal pekerjaan. Dengan berorganisasi kita akan mendapat tambahan wawasan dan pengetahuan serta pengalaman yang sangat berharga untuk menjadi bekal yang dapat diterapkan kepada peserta didik kita.

Sebuah organisasi tidak akan meraih tujuan yang diharapkan bila tidak adanya interaksi antarindividu di dalam organisasi. Namun, perlu adanya pengaturan pola interaksi antarindividu yang terjadi di dalam organisasi untuk menjadikan tercapainya tujuan dari organisasi tersebut.

Di suatu organisasi, biasanya terdapat pemimpin yang bertanggung jawab atas pekerjaan bawahannya. Biasanya disebut Ketua. Seorang pemimpin mempunyai tugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Setiap orang yang bekerja pasti mengidam-idamkan kesuksesan. Di dunia kerja, kita harus mengerti peranan kita dalam organisasi. Harus mengerti tugas, hak, dan tanggung jawab yang ada pada posisi yang kita tempati. Masing-masing jabatan dalam organisasi memiliki tugas, hak, dan tanggung jawab yang berbeda. Setelah kita mengerti tentang tugas, hak, dan tanggung  jawab kita, kita akan lebih mudah meraih kesuksesan yang tentunya erat sekali hubungannya dengan tugas kita sebagai seorang pendidik.

Selain melaksanakan tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, seorang pendidik harus mampu dan berjuang terus menuju pendidik yang baik sebagai harapan siswa dan orang tua siswa atau masyarakat, dengan cara mengikuti pada berbagai organisasi yang sangat relevan kemanfaatan sebagai seorang pendidik dengan kata lain pendidik harus senantiasa aktif berorganisasi baik organisasi profesi maupun organisasi sosial kemasyarakatan yang bermanfaat untuk kemaslahatan peserta didik dan masyarakat.

 Hal ini menunjukkan kepada kita selaku pendidik betapa pentingnya peranan organisasi baik organisasi profesi atau organisasi sosial kemasyarakatan yang sangat bermanfaat sebagai wadah dan sarana pengabdian yang dapat menuju kepada pendidik  yang mahir dalam segala hal yang positif.

Oleh karenanya, pendidik harus bertindak sesuai dengan tujuan sistem. Ada hubungan timbal balik antara pendidik dengan organisasi, baik dalam melaksanakan kewajiban maupun dalam mendapatkan hak. Pendidik memiliki kebebasan untuk berorganisasi. Kebebasan dalam organisasi pendidik dapat dilaksanakan dengan tetap mengutamakan kewajiban yang paling utama mengajar dan mendidik yang menjadi tanggung jawabnya.

Pendidik memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensinya, serta memperoleh untuk pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan pengembangan di bidang profesinya. Untuk tercapai ke arah tersebut maka pendidik bisa mengembangkan dari hasil keaktifan berorganisasi yang aplikasinya diterapkan pada waktu dan saat pembelajaran sesuai dengan keilmuannya, sehingga mampu menjadi pendidik yang memahami  pentingnya berorganiasi sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh peserta didik dan masyarakat.

Followers