LARA HATI
![]() |
| *Guru MTsN 3 Tasikmalaya |
HORMATI IBU
![]() |
| *Guru MTsN 3 Tasikmalaya |
Persimpangan itu menjadi saksi
Kuatnya simpul yang melilit hati
Meneguhkan nilai yang sejati
Kala cinta tlah terpatri.
Ini bukan masalah waktu kapan kau datang
Bukan pula sekedar apa yang kau bawa
Tak peduli waktu yang sudah menutup diri
Mengganti fajar dengan matahari
Namun aku tak peduli...
Karena kita bersahabat
Semangat yang begitu menggelora
Tak tertahan membongkar asa
Meski harus berkorban rasa
Demi merajut indahnya cinta
Jauhnya jarak bukan kendala
Dinginnya malam tak lagi terasa
Bayangan indah kian kentara
Tuk menambatkan rindu di dada
Sungguh indah tatkala kita bersua
Curahan rasa begitu bermakna
Melepas segala gundah gulana
Meski waktu yang tak seberapa
Tak mudah menghilangkan jejak
Meski dulu kita bukan siapa-siapa
Aku di sini kau di sana
Namun kini kita bersama
Sungguh indah cipta sang kuasa
Menyatukan raga menjadi seirama
Walau kita tak seibu sebapa
Indahnya rasa mengikat kita
![]() |
| *Guru Matematika MTs Cijangkar |
Kalimah November 19, 2018 Blogger Indonesia
BUAH PERSAHABATAN
Persimpangan itu menjadi saksi
Kuatnya simpul yang melilit hati
Meneguhkan nilai yang sejati
Kala cinta tlah terpatri.
Ini bukan masalah waktu kapan kau datang
Bukan pula sekedar apa yang kau bawa
Tak peduli waktu yang sudah menutup diri
Mengganti fajar dengan matahari
Namun aku tak peduli...
Karena kita bersahabat
Semangat yang begitu menggelora
Tak tertahan membongkar asa
Meski harus berkorban rasa
Demi merajut indahnya cinta
Jauhnya jarak bukan kendala
Dinginnya malam tak lagi terasa
Bayangan indah kian kentara
Tuk menambatkan rindu di dada
Sungguh indah tatkala kita bersua
Curahan rasa begitu bermakna
Melepas segala gundah gulana
Meski waktu yang tak seberapa
Tak mudah menghilangkan jejak
Meski dulu kita bukan siapa-siapa
Aku di sini kau di sana
Namun kini kita bersama
Sungguh indah cipta sang kuasa
Menyatukan raga menjadi seirama
Walau kita tak seibu sebapa
Indahnya rasa mengikat kita
![]() |
| *Guru Matematika MTs Cijangkar |
12 Robi’ul awal di tahun gajah
Menjadi saksi sejarah
lahirnya manusia tergagah
Dengan akhlak mulia terindah
Pendombrak zaman yang parah
Rasulku yang rupawan
Dengan berjuta kehebatan
Berbudi pada lawan apalagi kawan
Sandaran semua insan
Di hari kemudian
Berdegup rindu di dada
Senandungkan sholawat cinta
Padamu duhai kekasih
Yang tak pernah pilih kasih
(Allohumma sholli a’la Muhammad ya Rabbii sholi a’laihi wa sallim)
![]() |
| *Guru di MTsN 10 Tasikmalaya |
Kalimah November 19, 2018 Blogger Indonesia
Muhammad
12 Robi’ul awal di tahun gajah
Menjadi saksi sejarah
lahirnya manusia tergagah
Dengan akhlak mulia terindah
Pendombrak zaman yang parah
Rasulku yang rupawan
Dengan berjuta kehebatan
Berbudi pada lawan apalagi kawan
Sandaran semua insan
Di hari kemudian
Berdegup rindu di dada
Senandungkan sholawat cinta
Padamu duhai kekasih
Yang tak pernah pilih kasih
(Allohumma sholli a’la Muhammad ya Rabbii sholi a’laihi wa sallim)
![]() |
| *Guru di MTsN 10 Tasikmalaya |
Setiap hari Engkau membimbing
Setiap hari Engkau melangkah dengan pasti
Setiap hari Engkau menerangi
Demi mengabdi dan berbakti
Mengharap ridlo Ilahi Robbi
Duniawi dan ukhrowi
Guruku yang mulia
Kau pahlawanku tak mengharap balasan
Di saat aku tak patuh padamu
Kau tak pernah marah dan menyerah
Dalam mendidik, mengarahkan, dan memberikan pengetahuan
Kau selalu menyinari jalan hidupku dengan penuh asa
Sosokmu teladan bagiku
Dikala muridmu gagal menempuh cita-cita
Kau senantiasa memberi motivasi dan inspirasi
Dikala muridmu sukses meraih cita-cita
Kau merasa bangga dan bahagia
Walau mereka tak menyapa
Kau tetap sapa mereka
Dengan hati yang tulus nan ikhlas
Kau suluh ilmu dalam kehidupan
Menata setiap saat
Berkarya bukan untuk dipuja
Mulia karena berbuat
Harapan dinanti bermanfaat
Guruku yang mulia
Maafkan aku yang tak bisa membalas
Atas kebaikan dan jasa-jasa yang telah kau tumpahkan
Hanya doa yang bisa kupanjatkan
Semoga meraih Balasan yang berlipat ganda
Dari yang Maha Kuasa
“SELAMAT HARI GURU NASIONAL 25 NOVEMBER 2018”
GURU BUKAN ORANG YANG HEBAT TETAPI BANYAK ORANG YANG HEBAT BERKAT JASA GURU
![]() |
| *Guru Bahasa Indonesia MTsN 3 Tasikmalaya |
Kalimah November 17, 2018 Blogger Indonesia
GURUKU TELADANKU
Setiap hari Engkau membimbing
Setiap hari Engkau melangkah dengan pasti
Setiap hari Engkau menerangi
Demi mengabdi dan berbakti
Mengharap ridlo Ilahi Robbi
Duniawi dan ukhrowi
Guruku yang mulia
Kau pahlawanku tak mengharap balasan
Di saat aku tak patuh padamu
Kau tak pernah marah dan menyerah
Dalam mendidik, mengarahkan, dan memberikan pengetahuan
Kau selalu menyinari jalan hidupku dengan penuh asa
Sosokmu teladan bagiku
Dikala muridmu gagal menempuh cita-cita
Kau senantiasa memberi motivasi dan inspirasi
Dikala muridmu sukses meraih cita-cita
Kau merasa bangga dan bahagia
Walau mereka tak menyapa
Kau tetap sapa mereka
Dengan hati yang tulus nan ikhlas
Kau suluh ilmu dalam kehidupan
Menata setiap saat
Berkarya bukan untuk dipuja
Mulia karena berbuat
Harapan dinanti bermanfaat
Guruku yang mulia
Maafkan aku yang tak bisa membalas
Atas kebaikan dan jasa-jasa yang telah kau tumpahkan
Hanya doa yang bisa kupanjatkan
Semoga meraih Balasan yang berlipat ganda
Dari yang Maha Kuasa
“SELAMAT HARI GURU NASIONAL 25 NOVEMBER 2018”
GURU BUKAN ORANG YANG HEBAT TETAPI BANYAK ORANG YANG HEBAT BERKAT JASA GURU
![]() |
| *Guru Bahasa Indonesia MTsN 3 Tasikmalaya |
Aku bahagia
Ketika kau tumbuh dewasa
Tak terasa waktu mengganti masa
Hingga saat ini tlah tiba
Aku bahagia
Hari ini ku menyaksikan pertanda
Bukti perjuangan yang tak sia-sia
Walau kini engkau jauh di mata.
Aku bahagia
Melihat engkau kini berjaya
Meski melalui dunia tak nyata
Namun terasa indah di alam nyata
Aku bahagia
Tak sedikitpun aku mengharap asa
Atas apa yang kini kau rasa
Walau aku tlah memberi jasa
Aku bahagia
Karena harapanku kini menjadi nyata
Keluh kesah yang dulu selalu membara
Kini hilang berganti bangga
Aku bahagia
Tuhan kini tlah memberiku rasa
Rasa yang membuatku terpana
Menyaksikan anugrah yang tercipta.
ANN
15102018
17.00 Kalimah November 15, 2018 Blogger Indonesia
Aku Bahagia
Aku bahagia
Ketika kau tumbuh dewasa
Tak terasa waktu mengganti masa
Hingga saat ini tlah tiba
Aku bahagia
Hari ini ku menyaksikan pertanda
Bukti perjuangan yang tak sia-sia
Walau kini engkau jauh di mata.
Aku bahagia
Melihat engkau kini berjaya
Meski melalui dunia tak nyata
Namun terasa indah di alam nyata
Aku bahagia
Tak sedikitpun aku mengharap asa
Atas apa yang kini kau rasa
Walau aku tlah memberi jasa
Aku bahagia
Karena harapanku kini menjadi nyata
Keluh kesah yang dulu selalu membara
Kini hilang berganti bangga
Aku bahagia
Tuhan kini tlah memberiku rasa
Rasa yang membuatku terpana
Menyaksikan anugrah yang tercipta.
ANN
15102018
17.00
Kau begitu menggoda
Kemilaumu membuat mataku buta
Tarikanmu membuatku lupa
Lupa pada yang maha kuasa
Setiap hari orang berlomba mendapatkanmu
Sikut sini sikut sana tak jemu-jemu
Tak peduli walau raga dihimpit waktu
Hingga yang lain dianggap tak perlu
Demi engkau aku gadaikan anak-anak
Orangtuanya ku carikan pembantu
Ku tak peduli walau mereka sayang atau tidak
Yang ku inginkan engkau ada dipangkuanku
Mengejarmu kukerahkan seluruh daya
Alasanku membahagiakan keluarga
Jerit tangis anak ku anggap tak ada
Padahal yang ku kejar adalah fana
![]() |
| Agus Nana Nuryana, M.M.Pd. Staf Pengajar MTs Cijangkar |
agusnananuryana November 09, 2018 Blogger Indonesia
Harta yang Menipu
“Harta yang Menipu”
Kau begitu menggoda
Kemilaumu membuat mataku buta
Tarikanmu membuatku lupa
Lupa pada yang maha kuasa
Setiap hari orang berlomba mendapatkanmu
Sikut sini sikut sana tak jemu-jemu
Tak peduli walau raga dihimpit waktu
Hingga yang lain dianggap tak perlu
Demi engkau aku gadaikan anak-anak
Orangtuanya ku carikan pembantu
Ku tak peduli walau mereka sayang atau tidak
Yang ku inginkan engkau ada dipangkuanku
Mengejarmu kukerahkan seluruh daya
Alasanku membahagiakan keluarga
Jerit tangis anak ku anggap tak ada
Padahal yang ku kejar adalah fana
![]() |
| Agus Nana Nuryana, M.M.Pd. Staf Pengajar MTs Cijangkar |
Layung beureum luhur gunung
Sarangenge amitan mungkur
Nyumput tukangen halimun
Tunduk dina galur waktu
Ti subuh nepi ka surup
Eureun rame ngadago simpe
Tongeret ngajenger ngadadak rehe
Manuk piit balik nyayang
Manuk tuew mimiti datang
Dangdaunan ngagupayan
Buruan lenglang kari ledugna
Tapak barudak arulin jeung baturna
Balik ka imah bari lugina
Mawa carita ka indung bapana
kumpul ngariung ngalingkung sarung
Tutup panto tutup jandela
Sabab peuting rek tumiba
Nyawang beurang makalangan
Lalangse tinggal sawangan
Miang hamo mulang deui
Sabab umur manjing sareupna
![]() |
| Asep Saefulmillah |
*Pengawas Sekolah, Kemenag Kab. Tasikmalaya
Email: asep_saepulmillah40@yahoo.com. agusnananuryana November 09, 2018 Blogger Indonesia
Wanci Sareupna
Wanci Sareupna
Layung beureum luhur gunung
Sarangenge amitan mungkur
Nyumput tukangen halimun
Tunduk dina galur waktu
Ti subuh nepi ka surup
Eureun rame ngadago simpe
Tongeret ngajenger ngadadak rehe
Manuk piit balik nyayang
Manuk tuew mimiti datang
Dangdaunan ngagupayan
Buruan lenglang kari ledugna
Tapak barudak arulin jeung baturna
Balik ka imah bari lugina
Mawa carita ka indung bapana
kumpul ngariung ngalingkung sarung
Tutup panto tutup jandela
Sabab peuting rek tumiba
Nyawang beurang makalangan
Lalangse tinggal sawangan
Miang hamo mulang deui
Sabab umur manjing sareupna
![]() |
| Asep Saefulmillah |
*Pengawas Sekolah, Kemenag Kab. Tasikmalaya
Email: asep_saepulmillah40@yahoo.com.
Bulan lelah mengusir kabut
Bintang ngantuk batuk-batuk
Bulan memandang purnama
Bintang memejamkan mata.
Malam merayap pelan
Mengunggis hati. Pagi
Datang menagih mimpi
Siang bergerak lamban
Bulan membaca gelisah
Bintang. Bulan lebur
Di napas Bintang
Jadi serbuk abu
Bulan yang jadi abu
Bintang yang jadi wajan
Abu digosokkan ibu
Pada wajan. Wajan
Bersih. Abu hanyut di selokan
Bersama buih hidup dan kehidupan.
Bintang yang kini bersih, perlu serbet
Untuk menyeka tubuhnya yang baru.
Tapi tak ada yang mampu jadi serbet
Hari-hari datang tanpa permisi; Bintang
Yang jadi wajan, rindu Bulan. Bulan yang
Jadi abu tak bisa kembali ke pangkuannya
2018
RAKYAT BUKANLAH SERBET
Bung, ini zaman merdeka
Rakyat bukanlah serbet
Bagi mereka yang mencret
Di setiap proyek yang macet
Bung, negeri ini lahir dari rakyat
Mereka yang korupsi dengan dalih
Demi kesejahteraan rakyat; tak pantas
Minta rakyat untuk bayar utang negara
2018
BASKARA ITU KAU
Aku hanya mengerti bahwa cinta itu rasa
Bukan alibi. Aku hanya mengerti bahwa
Rasa itu warna; bukan manipulasi. Aku
Hanya tahu bahwa cintaku padamu, cinta
Terbaik yang tak pernah aku berikan pada
Siapa pun. Aku hanya tahu kaulah muara
Yang kutuju sampai batas usia merenggut.
Aku hanya ingin kau tahu satu hal, bahwa
Bulan bisa jadi purnama sebab baskara.
“Ssst, ini rahasia; baskara itu kau kekasih!”
2018
SEUMPAMA ISI HATI
Kasatmata dalam selam
Tapi enigma jika masuk
Pada kedalamannya
Palung laut
Seumpama isi hati
Siapa mengeja hari
Hanya pribadi
Yang ngerti!
2018
SEOLAH ANGAN
Seekor merpati laut
Melintas di atas ubun-ubun
Siapa pun tak mampu membaca
Kepergiannya ke arah utara
Ia terbang membelah lautan
Menuju negeri entah; seperti
Tubuhku yang ingin pergi
Ke tempat yang tak terduga
Dalam peta, sekedar ingin istirah
Dari penatnya dunia, tapi tugasku
Belum usai di bumiNya. Seekor
Merpati laut yang terbang
Seolah angan yang datang
Semana suka; bujuk laku!
2018
Eneng Sri Supriatin pemilik nama pena Bening Kusumaningtiyas Az-Zahra, lahir di Tasikmalaya pada tanggal 18 Desember 1981. Puisi, Cerpen dan Artikel sastranya sempat terpublikasikan di media cetak baik terbitan Nasional, Daerah dan Lokal. Disamping itu puisi-puisnya termuat juga dalam beberapa antologi bersama, baik yang diterbitan oleh pemerintah daerah, komunitas mau pun penerbit nirlaba. Antologi puisi tunggalnya, Kalam dari Arafah (PMS, 2017) Kini kesehariannya menjadi tenaga pendidik di MAN Sukamanah Singaparna sebagai guru Sastra dan Seni Indonesia.
Kalimah October 31, 2018 Blogger Indonesia
Kumpulan Puisi Bening Kusumaningtiyas Az-Zahra
Bulan lelah mengusir kabut
Bintang ngantuk batuk-batuk
Bulan memandang purnama
Bintang memejamkan mata.
Malam merayap pelan
Mengunggis hati. Pagi
Datang menagih mimpi
Siang bergerak lamban
Bulan membaca gelisah
Bintang. Bulan lebur
Di napas Bintang
Jadi serbuk abu
Bulan yang jadi abu
Bintang yang jadi wajan
Abu digosokkan ibu
Pada wajan. Wajan
Bersih. Abu hanyut di selokan
Bersama buih hidup dan kehidupan.
Bintang yang kini bersih, perlu serbet
Untuk menyeka tubuhnya yang baru.
Tapi tak ada yang mampu jadi serbet
Hari-hari datang tanpa permisi; Bintang
Yang jadi wajan, rindu Bulan. Bulan yang
Jadi abu tak bisa kembali ke pangkuannya
2018
RAKYAT BUKANLAH SERBET
Bung, ini zaman merdeka
Rakyat bukanlah serbet
Bagi mereka yang mencret
Di setiap proyek yang macet
Bung, negeri ini lahir dari rakyat
Mereka yang korupsi dengan dalih
Demi kesejahteraan rakyat; tak pantas
Minta rakyat untuk bayar utang negara
2018
BASKARA ITU KAU
Aku hanya mengerti bahwa cinta itu rasa
Bukan alibi. Aku hanya mengerti bahwa
Rasa itu warna; bukan manipulasi. Aku
Hanya tahu bahwa cintaku padamu, cinta
Terbaik yang tak pernah aku berikan pada
Siapa pun. Aku hanya tahu kaulah muara
Yang kutuju sampai batas usia merenggut.
Aku hanya ingin kau tahu satu hal, bahwa
Bulan bisa jadi purnama sebab baskara.
“Ssst, ini rahasia; baskara itu kau kekasih!”
2018
SEUMPAMA ISI HATI
Kasatmata dalam selam
Tapi enigma jika masuk
Pada kedalamannya
Palung laut
Seumpama isi hati
Siapa mengeja hari
Hanya pribadi
Yang ngerti!
2018
SEOLAH ANGAN
Seekor merpati laut
Melintas di atas ubun-ubun
Siapa pun tak mampu membaca
Kepergiannya ke arah utara
Ia terbang membelah lautan
Menuju negeri entah; seperti
Tubuhku yang ingin pergi
Ke tempat yang tak terduga
Dalam peta, sekedar ingin istirah
Dari penatnya dunia, tapi tugasku
Belum usai di bumiNya. Seekor
Merpati laut yang terbang
Seolah angan yang datang
Semana suka; bujuk laku!
2018
Eneng Sri Supriatin pemilik nama pena Bening Kusumaningtiyas Az-Zahra, lahir di Tasikmalaya pada tanggal 18 Desember 1981. Puisi, Cerpen dan Artikel sastranya sempat terpublikasikan di media cetak baik terbitan Nasional, Daerah dan Lokal. Disamping itu puisi-puisnya termuat juga dalam beberapa antologi bersama, baik yang diterbitan oleh pemerintah daerah, komunitas mau pun penerbit nirlaba. Antologi puisi tunggalnya, Kalam dari Arafah (PMS, 2017) Kini kesehariannya menjadi tenaga pendidik di MAN Sukamanah Singaparna sebagai guru Sastra dan Seni Indonesia.
Wahai sang penggenggam alam
Aku tau kau sedang berang
Melihat tingkah yang ga kepalang
Hingga aku dibuat meradang
Kau timpakan pesan yang bertubi-tubi
Tapi aku tak jua mengerti
Maka pantaslah kau bermuram durja
Hingga kau jadikan tanahku bagai neraka
Kau ingatkan aku dari udara
Daratan kau putar balikan
Hantaman kau kirimkan dari lautan
Tapi aku tak bergeming
Semua murkamu ku anggap biasa
Bagai air mengalir begitu saja
Walau korban berjuta-juta
Tapi ku anggap permainan belaka
Wahai sang maha segala-gala
Sudikah kau maafkan dosa hamba
Yang begitu nista penuh hina
Agar kau kembali seperti sediakala
RahmatMu sangat ku nantikan
HidayahMu sangat aku harapkan
Tak ingin lagi ku dihancurkan
Sebab aku tak sanggup lagi bertahan
#ANN
#29102018: 20 10'
![]() |
| Agus Nana Nuryana, M.M.Pd. Insan yang selalu berusaha menjadi manusia pembelajar |
Kalimah October 30, 2018 Blogger Indonesia
RATAPAN SANG HAMBA
Wahai sang penggenggam alam
Aku tau kau sedang berang
Melihat tingkah yang ga kepalang
Hingga aku dibuat meradang
Kau timpakan pesan yang bertubi-tubi
Tapi aku tak jua mengerti
Maka pantaslah kau bermuram durja
Hingga kau jadikan tanahku bagai neraka
Kau ingatkan aku dari udara
Daratan kau putar balikan
Hantaman kau kirimkan dari lautan
Tapi aku tak bergeming
Semua murkamu ku anggap biasa
Bagai air mengalir begitu saja
Walau korban berjuta-juta
Tapi ku anggap permainan belaka
Wahai sang maha segala-gala
Sudikah kau maafkan dosa hamba
Yang begitu nista penuh hina
Agar kau kembali seperti sediakala
RahmatMu sangat ku nantikan
HidayahMu sangat aku harapkan
Tak ingin lagi ku dihancurkan
Sebab aku tak sanggup lagi bertahan
#ANN
#29102018: 20 10'
![]() |
| Agus Nana Nuryana, M.M.Pd. Insan yang selalu berusaha menjadi manusia pembelajar |









